Monday, March 31, 2014

Penghinaan Wahabi Terhadap Allah Azza wa Jalla

Penghinaan Wahabi Terhadap Allah 'Azza wa Jalla
_________________________________________________________
Segala puji bagi Allah 'Azza wa Jalla yang telah memberikan petunjuk kepada kita yakni agama Islam. Shalawat dan salam atas Nabi yang paling mulia di antara para nabi, yaitu Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.
Sesungguhnya nikmat dan karunia Allah sangat besar lagi banyak. Yang paling agung dan paling besar nikmay-Nya secara takdir dan kedudukannya adalah nikmat Islam, yang di berikan Allah kepada kita semua.
Wahai saudaraku ber iman kepada Allah itu di bangun atas dasar menghormati dan mengagungkan Allah 'Azza wa Jalla, dan tidak di ragukan lagi bahwa MENGHINA dan MENYEPELEKAN atau MEMPEROLOK Allah 'Azza wa Jalla adalah bertentangan dengan penghormatan kepada-Nya.
Menghina Allah 'Azza wa Jalla itu lebih jelek dan lebih keji di antara macam macam yang dapat mengkafirkan seseorang secara perkataan.
Allah Ta'ala berfirman :
"sesungguhnya orang orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah akan mela'natinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinanya. Dan orang orang yang menyakiti orang orang mu'min dan mu'minat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata".
( Qs.Al Ahzab : 57-58 )
Mari kita tengok dan cermati fatwa dan pernyataan Ulama wahabi sebagai berikut :
Ibnu Baz berkata : " Tinggi Allah sama dengan tinggi Adam,yaitu 60 hasta atau kurang lebih 30 meter ".
( Majmu Fatawa al-Allamah Abdul Aziz ibnu Baz, Dar al-Ifta,jilid 4,fatwa no,2331,hal.368 )
Syaikh Utsaimin berkata : " Allah seperti Adam mempunyai wajah, mata, tangan dan kaki".
( Syarh al-Aqidah li ibni Taimiyah, Dar ats-Tsuraya,cet . ke 1,hal.107,293 )
Firman Allah 'Azza wa Jalla :
"Dia ( Allah ) tidak menyerupai sesuatupun dari makhluk-Nya ( baik dari satu segi maupun semua segi ), dan tidak ada sesuatupun yang menyerupai-Nya" .
( Q.S. As-Syura : 11 )
jelas dan sangat nyata kalau fatwa dan pernyataan ulama wahabi di atas sudah bertentangan dengan Qs As Syura : 11 ?
dan apakah fatwa dan pernyataan mereka di atas tidak dapat di katakan dalam katagori MENGOLOK NGOLOK, MENGHINA, Allah 'Azza wa Jalla ?
Firman Allah Ta'ala
" Katakanlah : " apakah dengan Allah, Ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok olok? " Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman ".
( Qs. At Taubah : 65-66 )
Ya Allah berilah kami rezki berupa cinta kepada-Mu, agama-Mu, kitab-Mu, nabi-Mu dan para sahabatnya yang mulia. Berilah ampunan-Mu atas saudara2 kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang orang yang beriman lagi berkasih sayang. aamiin.
Salam Aswaja 


pendapat Ulama tentang bid'ah

para ulama AHLI HADITS sekali lagi PARA AHLI HADITS bukan AHLI INTERNET jauh-jauh hari sudah menjelaskan bahwa: Mengenai hadits Bid'ah Dhalalah ini bermakna "Aammun makhsush", (sesuatu yang umum yang ada pengecualiannya), 

*** al-Hafidh al-muhaddits al-imam Jalaluddin Abdurrahman As-Suyuthiy rahimahullah (Imam Suyuti)*** berkata:

"Mengenai hadits Bid'ah Dhalalah ini bermakna "Aammun makhsush", (sesuatu yang umum yang ada pengecualiannya),
seperti firman Allah: "... yang menghancurkan SEGALA SESUATU." (QS. Al-Ahqaf: 25) dan kenyataannya tidak segalanya hancur.
Atau pula ayat: "Sungguh telah kupastikan ketentuanku untuk memenuhi jahannam dengan jin dan manusia KESELURUHANNYA." (QS. As-Sajdah: 13) dan pada kenyataannya BUKAN SEMUA manusia masuk neraka (tapi ayat itu bukan bermakna keseluruhan tapi bermakna seluruh musyrikin dan orang dhalim saja. Atau hadits: "aku dan hari kiamat bagaikan kedua jari ini" (dan kenyataannya kiamat masih ribuan tahun setelah wafatnya Rasul saw)

(Syarh Assuyuthiy Juz 3 hal 189).
.
.
.

***Abu Zakaria Mohiuddin Yahya Ibn Sharaf al-Nawawi (Imam Nawawi)*** berkata:

“Sabda Nabi Shallallahu alaihi wasallam, “Kullu Bid’ah dholalah” ini adalah ‘Amm Makhshush, kata-kata umum yang dibatasi jangkauannya. Jadi yang dimaksud adalah sebagian bid’ah(hal baru) itu sesat, BUKAN SELURUHNYA.”

(Syarh Shahih Muslim, 6/154).
.
.
.
.
.

jika salafi wahabi masih ngotot dengan pemahaman kerdilnya "SETIAP BIDAH(Hal Baru) SESAT"!! tanpa terkecuali

Maka bagaimana dengan ini??

Hadits riwayat Imam Ahmad : Dari al-Asyari berkata: “ Rasulullah SAW bersabda: “SETIAP MATA BERZINA.” (Musnad Imam Ahmad)

apakah mereka dengan pemahaman kerdilnya juga akan ngotot menganggap setiap mata berzina tanpa terkecuali termasuk mata Rasul SAW ????????? NAUDZUBILLAH..!!! padahal hadits itu juga hadits yg bermakna "Aammun makhsush", (sesuatu yang umum yang ada pengecualiannya),

Ya Allah lindungilah muslimin dari pemikiran kerdil salafi wahabi,,,

liciknya Wahaby salafy 1

Jurus² Wahabi utk merusak citra Aswaja (Ahlus-sunnah wal-jama'ah) akhir² ini sedikit berubah, dulu mrk suka membid'ah² -kan dan mensyirik²an amalan2 Aswaja, sekarang mrk malah gemar menuduh Aswaja sebagai penganut Syi'ah. Itu bukti dr kekalahan mrk golongan Mujassimah Wahabi di dlm ber-hujah / ber-argumen.
Trik baru memfitnah Aswaja sbg ahlul bid'ah dan syirik yg selama ini menjadi senjata andalan mrk..... sudah banyak dipatahkan oleh ustadz atau ulama² Aswaja, lewat ajang debat terbuka, lewat media cetak maupun via elektronik.
Kini Wahabi membuat trick model baru dgn menuduh jema'ah Aswaja sebagai penganut Syi'ah, tujuan mrk adlh agar org2 yg msh awam akan ikut²an utk mencela. target mrk tidak lain dan tidak bukan adlh utk menghancurkan Aswaja